Jumat, 10 Mei 2013

Teknologi ESP ( Enhanced Smart Power ) di New Honda VARIO 125 PGM-FI

eSP adalah singkatan dari enhanced Smart Power yaitu peningkatan daya tahan, halus serta lebih bertenaga. Konsep ini diusung Honda untuk skubek globalnya... Dalam eSP ada 10 teknologi utama. Kesepuluhnya ini ada di engine, transmisi dan pendinginan yang lebih baik, Yuk dirinci satu persatu..... ACG Starter Yang pertama adalah ACG starter. Motor starter konvensional tidak ada lagi di Vario Techno 125. 
 
Gantinya starter di buat menyatu dengan alternator. Karena tidak ada motor starter dan susunan gigi starter maka suara saat menyalakan motor jadi sangat sunyi. Lebih jelasnya akan dijelaskan pada satu bahasan tersendiri. Tunggu ya! Roller-type rocker arm Sebenarnya rocker arm dengan roller sudah tidak asing lagi. Begitu juga dengan laher bambu pada as rocker arm, komponen ini sudah diterapkan pada Supra X 125 Helm In terbaru. Tapi pada Vario Techno 125 disempurnakan dengan ukuran roller yang lebih kecil. Jadi lebih ringan dan gesekannya berkurang. 
 
Compact combustion chamber & air intake port Kombinasi bore dan stroke Vario Techno 125 ini sama seperti PCX 125. Mengusung diameter piston 52,4 mm dan stroke 57,9 mm. Ruang bakarnya jadi 124,8 cc. Menariknya, ruang bakar disempurnakan dengan menghilangkan hambatan pada saluran masuk bahan bakar. Kalau sebelumnya terdapat sudut yang bisa menghambat aliran kabut bahan bakar, kini dibuat lebih lancar. Dibuatkan gundukan sehingga laju bahan bakar lebih lancar...... Offset cylinder & spiny sleeve Ini adalah dua hal yang berbeda. Offset cylinder adalah posisi piston dan setang piston saat TMA (titik mati atas) yang tidak sejajar dengan posisi sumbu kruk as. Manfaatnya, ketika langkah usaha atau kompresi, gesekan antara piston dan dinding silinder semakin kecil. Piston dan setang piston akan bergerak tegak lurus tanpa menekan dinding silinder secara berlebih. Sedang spiny sleeve adalah lapisan yang menyerupai kulit jeruk di balik dinding silinder. Fungsinya untuk melepas panas lebih cepat. 
 
Teknologi ini juga dipakai pada blok silinder Honda CBR 250R. Light Weight Piston Piston baru yang dipakai lebih ringan bila dibandingkan dengan piston Vario terdahulu. Pin dan rumah pin piston dibuat lebih kecil, selain ringan juga mengurangi bidang gesek antara piston dan dinding silinder. Oiya, diameter pin tetap sama yaitu 13 mm. Higher rigidity for Crankshaft Ini adalah kontruksi crankshaft yang lebih kokoh. Getaran di kruk as jadi lebih kecil. Makanya mesinnya halus, Salah satu langkahnya adalah dengan menggunakan bearing kruk as yang lebih besar. Breather structure (crankcase & other) Di balik blok silinder, selain ada jalur air radiator juga terdapat lubang pendinginan. Lubang ini mengalirkan uap panas di dalam mesin ke luar. Pada model sebelumnya panas hanya dibuang lewat jalur rantai keteng. Kalau sekarang ada dua jadi lebih dingin dan mesin lebih ringan bekerja..... Built-in liquid cooling system Sistem pendinginan air pada Vario Techno 125 diklaim lebih baik. 
 
Kini jalur airnya tidak hanya terdapat pada kepala silinder tapi juga ada di balik dinding silinder. Selain itu radiatornya memiliki core atau sekat lebih banyak. Pada radiator baru ini ada 19 core, sebagai pembanding PCX hanya 12 dan Vario 110 memiliki 14 core. V-Matic CVT pada Vario Techno 125 ini benar-benar baru. Konon rasionya lebih lebar dan dirancang dengan belt baru dengan elastisitas karet yang tinggi. Efeknya lebih awet dan mengurangi gejala selip. 
 
Transmission Gigi transmisi di belakang CVT juga banyak mengalami perubahan. Utamanya dengan konstruksi rib atau tulangan baru, Honda pun bisa mengurangi jumlah olinya agar lebih ringan bekerja. Beberapa bearing juga ditambahkan agar gigi transmisi lebih halus dan bebas getaran. Sudah enggak penasaran lagi kan?

Perbedaan Mesin CB 150 R dan CBR 150 R

Banyak yang mengira mesin CBR150R ditelan mentah-mentah ke CB150R, nyatanya tidak. Ada yang diubah, dikurangi dan ditambah. Tentunya agar karakternya cocok untuk aplikasi harian, khususnya di perkotaan dengan lalu lintas padat. Agar cocok untuk penggunaan sehari-hari di jalanan yang padat, CB150R sebagai sepeda motor sport perkotaan membutuhkan beberapa penyesuaian. 
 
Salah satu yang dilakukan pada mesin adalah mengubah durasi bukaan noken as atau camshaft tipe DOHC-nya. Klep masuknya tetap sama seperti CBR150R, tapi klep buangnya sedikit diubah. Klep ex CB150R membuka 35 derajat sebelum TMB dan menutup 5 derajat sebelum TMA. Di CBR150R, klep ex membuka 30 derajat sebelum TMB dan menutup 0 derajat sebelum TMA, Langkah ini diambil agar tenaga dan torsi puncaknya terasa lebih enak di putaran mesin lebih rendah sekaligus membuat mesin agar lebih dingin. 
 
Di sektor mesin adalah diaplikasikannya kick starter yang sebelumnya tidak tersedia pada CBR150R. Tidak ada kontruksi yang diubah. Karena, tempat as kick starter pada CBR150R memang sudah ada sebelumnya. Jadi, tinggal pasang saja. Selain itu, ditambahkan pula Secondary Air Suplai System (SASS) buat membantu meminimkan emisi gas buang. Part ini terletak di bagian tutup kepala silinder. 
 
Bila melihat penyebabnya kenapa ditambah komponen ini, ternyata adalah karena dilepasnya sensor O2 pada sistem injeksi yang sebelumnya ada di CBR150R tapi tidak ada pada CB150R. SASS ini bekerja dengan cara menyuntikkan oksigen ke jalur pembuangan, sehingga gas CO yang beracun akan berubah menjadi CO2 dan O2. Komponen ini biasanya dipakai pada motor berteknologi karburator, sedang pada mesin injeksi sudah ditanggalkan karena emisi gas buang mesin injeksi relatif lebih bersih. 
 
Dengan aplikasi SASS Honda CB150R mampu memenuhi standar Euro2 yang ditetapkan pemerintah. Jadi secara emisi gas buang juga tetap baik dan yang pasti tetap ramah lingkungan. Selain itu perubahan lain di bagian mesin sebatas finishing cover luar crankcase kanan-kiri. Dan akhirnya, bisa dilihat data performa.... Honda CB150R dapat menghasilkan tenaga 17 PS pada 10.000 rpm. Untuk torsinya, CB150R tembus 13,1 Nm di 8.000 rpm.....

Senin, 06 Mei 2013

Marquez Minta Maaf, Lorenzo Tak Berkomentar

Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)
Jorge Lorenzo. (Foto: Reuters)
JEREZ – Marc Marquez langsung meminta maaf karena sempat menyenggol Jorge Lorenzo dalam balapan di MotoGP Jerez. Meski demikian, Lorenzo menolak berbicara mengenai insiden itu.

Juara bertahan MotoGP pantas kecewa. Betapa tidak, sempat memimpin balapan, Lorenzo harus merelakan kemenangan di Sirkuit Jerez kepada Dani Pedrosa. Pada lap terakhir, giliran Marquez yang merebut posisi kedua darinya.

Lorenzo menolak untuk berkomentar mengenai insiden, yang disebut-sebut mirip dengan insiden Valentino Rossi menyenggol Sete Gibernau pada MotoGP Jerez 2005. Pembalap Yamaha menilai lebih baik tidak berkomentar apa-apa soal itu.

“Saya hanya melakukan dua kesalahan. Kesalahan yang pertama adalah saat perlombaan, dan kemudian pada tikungan terakhir tidak menutup ruang,” ungkap Lorenzo, seperti diberitakan Autosport, Senin (6/5/2013).

Meski demikian, Lorenzo cukup puas bisa naik podium di posisi ketiga. “Namun saya puas. Saya rasa kami melakukan balapan yang bagus dengan motor yang kami miliki dan saya sudah melakukan yang terbaik,” sambungnya.

Hasil ini, maka Marquez untuk sementara merebut posisi puncak klasemen dengan mengumpulkan 61 poin. Pembalap Repsol Honda unggul, empat poin dari Lorenzo yang harus puas turun di posisi ketiga.
(hmr)

Pedrosa: Rasanya Luar Biasa

Dani Pedrosa. (Foto: Reuters)
Dani Pedrosa. (Foto: Reuters)
JEREZ – Dani Pedrosa tampil dominan untuk memenangi balapan di MotoGP Jerez. Pedrosa mengaku sangat luar biasa bisa meraih kemenangan di Sirkuit Jerez, Minggu kemarin.

Pedrosa pantas senang. Pasalnya, ini merupakan kemenangan perdana pembalap Repsol Honda itu pada musim ini. Ini juga pertama kali Pedrosa berhasil finis di depan pembalap debutan Marc Marquez.

Hasil ini juga membawa Pedrosa menempati posisi kedua klasemen sementara MotoGP. Sekitar 111 ribu penonton melihat aksi gemilang Pedrosa dalam melewati Lorenzo. Meski sempat direbut, tapi Pedrosa kembali menyalip sang juara bertahan MotoGP.

“Rasanya luar biasa bisa menang di sini dan tentu untuk hasil kejuaraan juga bagus. Ini merupakan pekan yang berat karena saya rasa harus menggunakan ban lebih lembut di sini. Kami tidak pernah menemukan settingan yang tepat, tapi semua orang memang mengalami kesulitan,” jelas Pedrosa.

“Ini merupakan balapan yang pintar. Saya harus menggeber motor, tapi juga menjaga ban. Saya rasa semua orang bermasalah dengan hal yang sama, tapi ban bekerja dengan baik dan saya mampu menjaga jarak, serta mengontrol balapan hingga akhir,” sambung pembalap asal Spanyol itu, diberitakan Autosport.

“Sekarang sudah tiga seri berlangsung. Saya sudah bisa merasakan motor dan apa kebutuhan untuk kejuaraan. Kami akan mulai bekerja. Tapi perasaan yang luar biasa hari. Khususnya di depan semua fans, tahun ini banyak orang yang datang untuk menyaksikan balapan,” tambahnya.
(hmr
 
From : Okezone

Minggu, 21 April 2013

Marquez Raih Pole, Pedrosa Membuntuti

Minggu, 21 April 2013 03:06 wib
Aksi pembalap Honda, Marc Marquez. (Foto: Reuters)
Aksi pembalap Honda, Marc Marquez. (Foto: Reuters)
AUSTIN - Repsol Honda benar-benar menunjukkan dominasinya jelang perlombaan MotoGP Austin. Setelah selalu menempatkan pembalapnya menjadi yang tercepat pada seluruh sesi latihan bebas, Repsol Honda pun kini menguasai sesi kualifikasi.

Pada kualifikasi yang berlangsung Minggu (21/4/2013) dini hari WIB tersebut, Marc Marquez, yang tampil luar biasa pada sesi latihan bebas, menorehkan catatan waktu tercepat, 2 menit 3,021 detik. Ini merupakan pole pertama yang diraih juara Moto2 2012 itu di ajang MotoGP.

Dani Pedrosa, yang pada sesi latihan bebas ketiga menjadi pembalap tercepat, akan start dari posisi dua, setelah menorehkan waktu 2 menit 3,275 detik, atau kedua tercepat setelah Marquez. Kemudian, posisi tiga ditempati juara bertahan MotoGP dari tim Yamaha, Jorge Lorenzo dengan raihan waktu 2 menit 4,100 detik.

Selanjutnya, di posisi empat ada pembalap satelit dari tim Tech 3, Cal Crutchlow yang mencatatkan waktu 2 menit 4,267 detik. Kemudian disusul Stefan Bradl dari LCR dengan 2 menit 4,445 detik dan Andrea Dovizioso dari Ducati dengan catatan waktu 2 menit 4,873 detik yang menempati posisi lima dan enam.

Sementara itu, juara dunia tujuh kali pada kelas utama, Valentino Rossi harus puas menempati peringkat delapan dengan torehan waktu 2 menit 5,380 detik. Pada kualifikasi di seri pertama di Qatar lalu, The Doctor pun hanya menempati posisi tujuh, namun saat lomba, ia mampu finis di urutan dua, di belakang rekannya, Lorenzo.

Berikut hasil lengkap kualifikasi MotoGP Austin:
Pos - Pembalap - Tim/Motor - Waktu - Gap
1. Marc Marquez Honda 2m03.021s
2. Dani Pedrosa Honda 2m03.275s + 0.254s
3. Jorge Lorenzo Yamaha 2m04.100s + 1.079s
4. Cal Crutchlow Tech 3 Yamaha 2m04.267s + 1.246s
5. Stefan Bradl LCR Honda 2m04.445s + 1.424s
6. Andrea Dovizioso Ducati 2m04.873s + 1.852s
7. Alvaro Bautista Gresini Honda 2m04.942s + 1.921s
8. Valentino Rossi Yamaha 2m05.380s + 2.359s
9. Aleix Espargaro Aspar Aprilia 2m05.389s + 2.368s
10. Nicky Hayden Ducati 2m05.568s + 2.547s
11. Bradley Smith Tech 3 Yamaha 2m06.740s + 3.719s
12. Ben Spies Pramac Ducati 2m07.044s + 4.023s
13. Andrea Iannone Pramac Ducati 2m06.872s Q1
14. Randy de Puniet Aspar Aprilia 2m07.129s Q1
15. Hector Barbera Avintia FTR-Kawasaki 2m07.717s Q1
16. Yonny Hernandez PBM Aprilia 2m07.738s Q1
17. Michael Laverty PBM-Aprilia 2m08.259s Q1
18. Colin Edwards Forward FTR-Kawasaki 2m08.475s Q1
19. Claudio Corti Forward FTR-Kawasaki 2m08.792s Q1
20. Danilo Petrucci Ioda-Suter-BMW 2m08.825s Q1
21. Hiroshi Aoyama Avintia FTR-Kawasaki 2m09.062s Q1
22. Bryan Staring Gresini FTR-Honda 2m10.098s Q1
23. Lukas Pesek Ioda-Suter-BMW 2m10.507s Q1
24. Blake Young Attack APR-Kawasaki 2m10.606s Q1
25. Karel Abraham Cardion Aprilia 2m23.317s Q1

Popular Posts