Minggu, 01 April 2012

Cara Menghitung dan membuat Ulir

Di bawah ini adalah rumus ulir metrik yang umum dipakai,


Ini adalah data-data baut dan mur metrik yang diperoleh dari aplikasi rumus diatas,

Limbah Plastik Jadi BBM

Mengubah Limbah Plastik Menjadi BBM, Solusi Energi Alternatif 

Didasari kegelisahan atas tumpukan limbah plastik di banyak kota, Tri Handoko menelurkan inovasi luar biasa,  ribuan ton limbah plastik yang menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA) kota Madiun, Jawa Timur, diubahnya menjadi bahan bakar minyak bernilai jual, seperti solar dan premium, dengan teknologi tepat guna.

Inovasi Tri Handoko tersebut menginspirasi hingga lintas daerah. Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Banjarmasin pun melakukan studi banding. Sejumlah pengusaha menawarkan kerja sama bisnis.
Tri adalah pengajar listrik dasar dan elektrolisis pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Madiun. Peraih gelar master Mekatronika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini memulai riset ketika terlibat dalam tim peneliti bahan bakar minyak (BBM) alternatif berbahan dasar air yang menghebohkan Indonesia tahun 2008. Saat itu, ia mulai belajar hidrokarbon hingga memperdalam metode pengguntingan rantai karbon. Kemudian, ia merancang teknologinya. Sistem kerja yang digunakan adalah pirolisis atau destilasi kering. Limbah plastik dipanaskan di atas suhu leburnya sehingga berubah jadi uap.

Proses pemanasan ini menyebabkan perekahan pada molekul polimer plastik menjadi potongan molekul yang lebih pendek. Selanjutnya, molekul-molekul ini didinginkan jadi fase cair.

Cairan yang dihasilkan jadi bahan dasar minyak atau minyak mentah. Dengan destilasi ulang menggunakan temperatur berbeda, yakni mengacu pada titik uap, minyak mentah diproses menjadi premium atau solar.
”Jika suhu pemanasan yang digunakan di atas 100 derajat celsius, yang dihasilkan adalah zat yang mendekati atau memiliki unsur sama dengan premium. Tinggal mengembunkan lagi uapnya, kita dapat premium,” ujarnya.

Konsep dasarnya mengambil unsur karbon (C) dari polimer penyusun plastik. Polimer tersusun dari hidrokarbon, yakni rangkaian antara atom karbon (CO2) dan hidrogen (H2O). Untuk menghasilkan premium perlu rantai hidrokarbon dengan molekul lebih pendek, yakni C6-C10. Untuk menghasilkan minyak tanah dan solar perlu rantai hidrokarbon dengan molekul lebih panjang, yakni C11–C15 (minyak tanah) dan C16-C20 (solar).

Pada proses akhir perlu refinery, yakni pengolahan bahan baku minyak menjadi minyak siap digunakan. Caranya, dengan mencuci, penambahan aditif, mereduksi kandungan gum atau zat beracun, dan mengklasifikasikan atau mengelompokkan berdasarkan panjang rantai hidrokarbon. Untuk memproses limbah plastik menjadi bahan bakar yang dikehendaki perlu alat. Sekilas, bentuk alat mirip tripod kamera atau handycam dengan sejumlah kaki penopang. Yang diutamakan adalah fungsinya.

Alat pemroses

Bagi Tri, alat tak harus menggunakan material berkualitas tinggi. Alat bisa dibangun dari material bekas, disesuaikan kemampuan pembuat dan kapasitas limbah yang akan diolah. Alat yang dipakai bisa berbiaya Rp 650.000 hingga Rp 100 juta, tergantung kebutuhan.

Alat terdiri atas saluran pemasukan atau intake manipul dari besi. Fungsinya, memasukkan sampah plastik ke dalam tangki reaktor di atas tungku pembakar. Bahan bakarnya bisa limbah kayu bekas atau gas elpiji. Bahkan, juga gas metan hasil pembakaran sampah sehingga lebih ekonomis. Untuk memperoleh uap, tangki reaktor dihubungkan kondensor atau pengembun yang berada di atas tangki. Diperlukan minimal dua kondensor untuk memisahkan uap yang mengandung rantai molekul pendek dengan uap yang mengandung rantai molekul panjang. Penyaluran uap ini menggunakan pipa besi sehingga tahan suhu tinggi atau panas.

Selanjutnya, pada setiap kondensor dipasang pipa penyalur untuk mengalirkan embun dari uap yang dihasilkan. Tetes demi tetes embun ditampung dalam botol sebelum proses refinery. Begitulah rangkaian proses pembuatan minyak berbahan limbah plastik. Satu kg limbah plastik menghasilkan 1 liter bahan dasar minyak atau minyak mentah. Ketika diolah jadi premium atau solar, hasilnya tinggal 0,8-0,9 liter. Kotoran yang melekat pada plastik turut memengaruhi. Demikian pula kualitas plastik yang dipakai. Makin bagus kualitas plastik yang diolah, makin tinggi pula hasil yang didapat.

Sejauh ini, alat terbesar yang diaplikasikan di tempat pembuangan akhir berkapasitas 15 meter kubik per hari. Dana pembuatan alat ini sekitar Rp 50 juta, termasuk biaya destilasi ulang atau refinery secara terpisah.

Uji laboratorium

Hasil uji laboratorium SMKN 3 Kota Madiun menunjukkan, solar limbah plastik menghidupkan mesin pemotong rumput. Meski belum diuji coba pada kendaraan bermotor, premium limbah plastik telah diuji kromatografi gas pada laboratorium PT Sucofindo. Kepala SMKN 3 Kota Madiun Sulaksono Tavip Rijanto mengatakan, inovasi itu memenangi kompetisi Teknologi Tepat Guna tingkat kota, dan dipamerkan pada Toyota Eco-Youth VI Jakarta.

Manfaat yang lebih diharapkan dari inovasi adalah membantu mengatasi masalah lingkungan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan tawaran solusi mencari energi alternatif.

Mobil Electrik

Toyota Luncurkan Mobil Elektrik Tercepat Di Dunia

Toyota Motorsport Gmbh (TMG ) berhasil membuat rekor lap terbaru untuk kendaraan dengan mesin elektrik di Nurburgring Nordschleife, Jerman. Sebelumnya rekor ini dipegang oleh Peugeot EX1.

Quote:
Toyota Motorsport Gmbh
Seperti dilansir Worldcarfans, Kamis (8/9/2011), mengendarai mobil modifikasi yang dijuluki EV P001, Jochen Krumbach mampu mencetak angka 20,8 Km (12,9 mil) di lintasan Nurburgring dalam waktu 7 menit 47,794 detik. Catatan ini sekaligus memecahkan rekor yang dimiliki Peugeot EX1 yakni 9 menit 1,338 detik.

“Ini merupakan prestasi yang luar biasa, pasalnya kita mampu menunjukan kepada publik bagaimana potensi teknologi powertrain elektrik mampu menghasilkan kecepatan yang tinggi dan berhasil memecahkan rekor yang dicetak Peugeot,” terang Rob Leupen, Direktur Bisnis Toyota Motorsport.

Selain itu, mobil elektrik besutan Toyota ini dilengkapi dengan teknologi powertrain listrik yang dapat memberikan torsi 800 Nm. Teknologi ini dapat menghasilkan mobil ini berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 3,9 detik dan memungkinkan melaju hingga kecepatan 250km/jam.

Rencananya, Toyota Motorsport Gmbh ini akan mulai memproduksi dan memperkenalkan mobil ini tahun depan dengan powertrain yang menggunakan komponen EVO Elektrik.

Jumat, 30 Maret 2012

Memahami Prinsip Dasar Kerja Karburator LPG (Mixer)

Dalam sebuah KONVERTER KIT cara kerja Karburator gas (LPG atau CNG) tidak semuanya sama, SANGAT tergantung dari JENIS REGULATOR yang digunakan. ATAU sebaliknya. JENIS REGULATOR yang digunakan dalam sebuat KONVERTER KIT tergantung dari JENIS KARBURATOR yang digunakan.

Ada dua jenis Regulator yang dibedakan berdasarkan tekanan output terhadap tekanan udara (atmosfir), yaitu Regulator Bertekanan dan Regulator Zero Governoor.

Pada Regulator Bertekanan, tekanan output gas lebih tinggi dari tekanan udara (atmosfir). Jadi kalau kita buka di udara terbuka naple (output gas) dari Regulator ini, gas akan selalu keluar. Banyaknya gas yang keluar tergantung dari pengaturan tekanan dan besar lubang output (debit gas) pada Regulator. Yang termasuk jenis Regulator Bertekanan diantaranya adalah Regulator LPG untuk kompor. Pada Konverter Kit yang menggunakan sistem INJEKSI harus menggunakan jenis Regulator Bertekanan.

Pada Regulator Zero Governoor, tekanan output gas lebih rendah sedikit dari tekanan udara (atmosfitr), Kalau kita buka di udara terbuka naple dari Regulator ini, gas tidak akan keluar. Gas akan keluar jika ada penurunan tekanan di luar regulator (kita sebut dihisap). Banyaknya gas yang keluar tergantung dari besarnya penurunan tekanan luar dan besarnya lubang (orifice) pada Regulator ini. Pada Konverter Kit yang menggunakan Karburator Venturi harus menggunakan jenis Regulator Zero Governoor.

Sesuai dengan tujuan saya membuat blog ini adalah Hemat, maka saya tentukan untuk mengunakan Regulator LPG yang biasa digunakan untuk kompor rumah tangga. Harganya relatif murah dan mudah didapat, dengan segala kekurangannya. Saya juga menggunakan Karburator bensin yang termasuk Jenis Karburator Venturi untuk suplai gas dan udara, Alasannya Karburator bekas banyak dijual, dan kalau harus membuat sepertinya akan cukup mahal biaya yang harus dikeluarkan.

Karena Regulator LPG kompor termasuk jenis Regulator Bertekanan maka seharusnya kita mengunakan sistim Injeksi (menggunakan injektor). Injektor bahan bakar pada kendaraan adalah sistim yang cukup rumit dan relatif mahal, karena Injektor dikendalikan secara elektronik terprogram. Kecuali untuk Generator (Genset), sebuah Injektor tidak memerlukan kontrol elektonik, karena putaran mesin Generator selalu tetap tidak berubah-ubah tidak seperti pada mesin kendaraan.

Karena Karburator yang saya gunakan jenis Karburator Venturi maka seharusnya menggunakan Regulator Zero Governoor. Harga Regulator Zero Governoor cukup mahal dan itupun sulit didapat. Kalau membuat sendiri, ya sama saja mahal jatuhnya.

 Apa Bisa Karburator Venturi menggunakan Regulator bertekanan? Ya Jelas TIDAK BISA.

Jadi bagaimana?

Solusinya adalah

1. Kita Modifikasi Karburator Venturi agar bekerja seperti (atau mendekati) sebuah Injektor gas LPG.

2. Kita Modifikasi Regulator LPG bertekanan agar bekerja seperti (atau mendekati) sebuah Regulator Zero Governoor.

Ini adalah jalan tengah agar Konverter Kit kita dapat berfungsi dengan baik.

Modifikasi Karburator Venturi menjadi Karburator LPG

Karena kita menggunakan Regulator LPG bertekanan rendah (setelah modifikasi) gas yang keluar MUTLAK harus diatur (dikontrol) menggunakan ALAT PENGATUR pada Karburator LPG kita.

Kalau tidak ada pengatur, akan ada gas LIAR tak terkontrol jumlahnya (walaupun cuma sedikit) yang membuat mesin jadi abnormal.

Karburator LPG mensuplai udara dan gas pada saat Putaran Idle ataupun saat Load Running. Kembali lagi ke pembahasan di atas maka pada Karburator LPG harus ada :

1. ALAT PENGATUR udara dan gas untuk Putaran Idle
2. dan ALAT PENGATUR udara dan gas untuk Putaran Load Running


Perhatikan skema dasar kerja Karburator LPG di atas. Udara dan Gas yang masuk ke dalam Karburator LPG kemudian diatur masing-masing oleh Alat Pengatur untuk menghasilkan campuran udara dan gas yang kemudian digunakan untuk Putaran idle dan putaran Load running.

Jadi sebuah Karburator LPG (harus) memiliki:

1. Alat pengatur udara untuk putaran idle (gambar 2)
2. Alat pengatur gas untuk putaran idle (gambar 2)
3. Alat pengatur udara untuk putaran load running (gambar 3)
4. Alat pengatur gas untuk putaran load running (gambar 3)






Jadi pastikan bahwa keempat alat pengatur ini ada dalam Karburator LPG kita.

Selasa, 13 Juli 2010

Penyetelan Carburator Motor Supra



Bagian-bagian Carburator :

1 16010-GBG-960 GASKET SET

2 16012-KEV-901 NEEDLE SET, JET

3 16013-883-005 FLOAT SET

4 16014-GN8-921 TOP SET

5 16015-GBG-960 CHAMBER SET, FLOAT

6 16016-KBA-900 SCREW SET

7 16022-KEV-900 VALVE SET, THROTTLE

8 16028-GC8-004 SCREW SET A

9 16040-GB0-911 GASKET SET

10 16100-KEV-901 CARBURETOR ASSY. (PB5AA)

11 16118-GB4-003 CAP, CABLE SEALING

12 16148-141-881 CAP, CHOKE DUST

13 16155-883-005 VALVE COMP., FLOAT

14 16165-GB6-761 HOLDER, NEEDLE JET

15 16175-GB0-911 CUP, FUEL STRAINER

16 16176-GB0-911 SCREEN, FUEL, STRAINER

17 16199-GB0-911 TUBE, AIR VENT

18 16199-428-771 TUBE, OVER FLOW

19 16951-KEV-900 BODY COMP., COCK

20 93500-03012-0H SCREW, PAN, 3x12

21 93892-04018-18 SCREW-WASHER, 4x18

22 94111-03000 WASHER, SPRING, 3 MM

23 95002-02650 CLIP, TUBE (B6.5)

24 99101-116-0720 JET, MAIN, NO. 72

25 99107-141-0380 JET, SLOW, NO. 38


Karburator salah satu komponen yang paling penting kalau motor kita ingin enak diajak jalan. Harus rajin-rajin membersihkan karburator.
Caranya:

1. Bersihkan filter udara/penampung debu.
Lepaskan filter udara yang terpasang pada mulut karburator, lepas busa filter lalu bersihkan dengan cairan pembersih, kemudian biarkan kering sendiri. Jangan dibersihkan dengan cara disemprot udara bertekanan tinggi, karena dapat menyebabkan rusaknya pori-pori busa filter tersebut.
2. Bersihkan karburator.
Buka karburator dengan cara melepas baut-baut pengikat, tutup karburator, katup cuk/choke, kran bensin. Gunakan kunci yang sesuai agar alat-alat tersebut tidak gampang dol. Lepas komponen-komponen karburator lalu tempatkan dalam wadah yang berisi cairan pembersih, biar gampang paka aja cairannya bensin. Lepas mangkok karburator, pelampung dan jarum pelampung, main jet, pilot jet, dan yang lainnya. Hati-hati terhadap parts yang kecil-kecil dan seal/karet pelindung, tempatkan dalam wadah yang mudah terlihat, agar nanti saat pemasangan tidak bingung mencarinya.
Jika sudah terlepas semuanya maka bersihakan karburator dengan kuas, lalu semprot lubang-lubangnya dnegan udara bertekanan tinggi. Gunakan amplas halus untuk membersihkan kotoran pada spuyer-spuyer, Jangan terlalu banyak mengamplasnya, karena dapat menyebabkan perubahaan ukuran diameter spuyer. Setelah bersih, pasang kembali spuyer-spuyer tersebut. Gunakan obeng spuyer dan pengecangannya jangan terlalu keras, cukup gunakan dua jari pada ujung obeng.
3. Setel tinggi pelampung.
Sebelum dipasang komponen-komponen karburator, jangan lupa untuk mengatur tinggi pelampung bensin dengan menggunakan jangka sorong/stigmat.
4. Rakit karburator.
Pasang kembali bagian-bagian karburator yang tadi dilepas. Rakit karburator dan filter udara dengan dipasangkan kembali pada lubang mesin. Lalu setel kongdisi langsam motor pada keadaan mesin hidup. Setel spuyer angin-angin dengan cara memutar searah jarum jam smpai mentok, lalu putar balik beberapa putaran sesuai dengan standar mesin atau kondisi mesin motor kita.
Setel juga baut penyetel langsam yang terletak di pinggir badan karburator. Setel pada keadaan panas mesin yang ideal. Setelan putaran mesin jangan terlalu rendah atau pelan, hal ini dapat menyebabkan oli tidak dapat naik karena tidak terpompa akibat rendahnya putaran mesin.

Popular Posts