Kamis, 25 Oktober 2012

CARA MEMASANG BEARING

PERSIAPAN SEBELUM MEMASANG BEARING

1.1. Permukaan tempat dudukan Bearing
Pertama-tama bersihkan setiap tonjolan tajam (burrs), serpihan metal (cutting chips), karat (rust) atau kotoran debu (dirt) dari permukaan tempat dudukan bearing. Pemasangan dapat dilakukan dengan mudah jika permukaan yang sudah bersih tersebut dilapisi dengan sedikit oli.


1.2. Peralatan untuk memasang bearing
Pastikan bahwa semua pressing blocks, driving plates, hammers dan peralatan pemasangan yang lainnya dalam kondisi bersih, bebas dari tonjolan (burrs), dan ukuran nya benar.

1.3. Jangan membuka bearing sebelum bearing tersebut siap untuk dipasang.
Serpihan debu maupun kotoran lain yang masuk kedalam bearing sebelum dan selama pemasangan dapat menyebabkan noise dan vibration saat bearing bekerja.


1.4. Jangan melakukan modifikasi apapun terhadap bearing
Bearings dibuat dengan toleransi yang sangat  ketat untuk memenuhi tingkat akurasi yang tinggi. Sehingga, penting sekali untuk memperhatikan secara khusus terhadap hal-hal yang harus diperhatikan dalam menangani bearing.

MEMASANG BEARING

2.1. Prosedur memasang dan contoh kerusakan bearing


CONTOH KERUSAKAN BEARING

  • Memasang bearing dengan menggunakan hammer dapat menyebabkan kerusakan karena tumbukan yang keras (sharp impacts). Pasanglah bearing dengan menggunakan alat press yang melingkar atau bentuk lain yang dapat menekan permukaan bearing dengan beban yang rata.
 
2.2. Perawatan Bearing
  • Bearings sangat mudah kena beban impacts dan beban kejut (shock loads)
Bearings membawa beban nya setiap waktu pada kontak permukaan yang sangat sempit diantara bagian yang berputar (roller) dan diantara permukaan inner dan outer race. Jika ada beban berlebihan atau  beban kejut yang terjadi pada bagian kontak area yang sempit tersebut, akan menimbulkan luka gores dan / atau luka pantulan (brinelling and/or scarring). Kerusakan ini memicu suara yang kasar dan getaran berlebihan dan juga putaran yang kasar. (Jatuhnya bearing ke lantai dengan tegak lurus akan menyebabkan kerusakan yang sama)

  • Bearing sangat mudah terkontaminasi dengan material asing
Jika material asing masuk kedalam bearing saat berputar, material asing yang masuk tersebut akan menggores sehingga menyebabkan putaran bearing terganggu dan menimbulkan suara yang kasar.

 
2.3. Memasang bearing dengan metode panas
      (Pemuaian panas pada inner ring membuat pemasangan bearing menjadi mudah)

Umumnya digunakan untuk bearing yang besar dan bearing dengan interference fit yang besar.
1.  Merendam bearing didalam oli panas adalah cara yang paling umum.
Gunakan oli bersih dan masukkan bearing kedalam oli dengan dikaitkan dengan gantungan atau dengan dudukan menggunakan metal screen untuk mencegah bersentuhan dengan elemen pemanas.


2.  Suhu yang diperlukan memanaskan inner ring should tergantung pada jumlah interference fit dari permukaan bearing dengan shaft nya. Lihat grafik dibawah ini untuk menentukan berapa panas yang diperlukan.


3.  Untuk mencegah adanya celah yang akan timbul antara inner ring dan shaft, bearing yang dipasang dengan cara panas terhadap shaftnya harus didiamkan dulu sampai dingin.
  • Hal-hal yang harus diperhatikan ketika memanaskan bearing
  1. Bearing tidak boleh dipanaskan lebih dari 120 derajat C.
  2. Metode pemasangan dengan cara dipanaskan ini tidak boleh digunakan untuk bearing yang menggunakan pre-greased dan sealed bearings atau shielded bearings.

2.4. Metode pemanasan yang lain
1.  Bearing Oven
Bearing harus kering. Metode ini dapat juga digunakan untuk pre-greased bearings.
  • Saat menggunakan metode ini untuk pre-greased bearings, jangan panaskan bearing lebih dari 120 derajat C.
2.  Induction Heating
Metode ini dapat digunakan untuk inner rings dari cylindrical roller bearings. Bearings harus kering dan dapat dipanaskan dalam waktu singkat.
Setelah menggunakan metode ini, lakukan demagnetizing terhadap bearing. Untuk infromasi lebih jelasnya mengenai heating methods ini, lihat rekomendasi dari pabrik pembuatnya.


PENGECEKAN SETELAH MEMASANG BEARING

Untuk memastikan bahwa bearing sudah terpasang dengan benar, lakukan tes dengan cara diputar.
1.  Pertama, putar shaft atau housing untuk melihat apakah ada suara yang tidak ormal.
2.  Selanjutnya, hubungkan bearing tanpa diberi beban.  Setelah diamati pada putaran yang rendah tidak masalah, naikkan kecepatan putarannya dan beri beban sambil diperiksa apakah noise levels nya naik, timbul vibrations dan temperature nya naik.
3.  Jika ditemukan unusual noise selama bearing bekerja, hentikan bearing dan periksa dengan seksama.
  • Pengecekan untuk unusual noise atau noise levels harus dilakukan oleh orang yang sudah familiar atau orang berpengalaman dengan kondisi suara bearing saat operasi pada kondisi standard.
 
MELEPAS BEARING

Untuk mencegah kerusakan pada machinery dan membahayakan pekerja ketika mengganti atau melepas bearings, selalu gunakan alat pelindung dan gunakan alat khusus untuk melepas bearing. Umumnya, penggunaan kembali bearings tidak direkomendasikan. Jika memang harus digunakan kembali, silahkan dibaca dengan seksama proses memasang bearing pada section 2, "Bearing Mounting." 
Proses melepas bearing adalah kebalikannya dari proses yang disebutkan pada section 2 (memasang bearing). Dalam situasi ini, perhatian yang besar harus diberikan agar tidak terjadi efek penurunan performance terhadap bearing selama proses melepas bearing. Jika bearing terpasang dengan press fit terhadap shaft, saat melepas dengan memberi gaya pada outer ring, penggunaan kembali bearing tidak direkomendasikan. Artinya untuk melepas bearing yang press fit dengan shaft, harus dilepas dengan memberi gaya pada bagian inner ringnya, bukan pada outer ringnya jika bearing tersebut ingin digunakan kembali.

Sumber: NTN Bearing

1 comments:

edwinhl mengatakan...

Thanks infonya..

Popular Posts